X, Y, dan Z : Beda Generasi, Beda Perilaku Belanjanya

Hai, POSTPreneur!

Coba perhatikan kembali, siapakah target bisnis kamu saat ini? Apakah mereka yang datang dari Generasi X, Y, atau bahkan Z?

Seiring berkembangnya teknologi, banyak platform sosial media yang bisa kamu gunakan untuk tempat mempromosikan bisnis. Banyak pebisnis yang sukses dengan menjalankan bisnis lewat sosial media. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua bisnis bisa disasarkan lewat platform tersebut. 

Sebagai contoh, ketika kamu menjual produk yang ditargetkan untuk mereka yang berusia diatas 60 tahun. Jika kamu menggunakan platform TikTok, maka cara ini akan sia-sia. Alasannya? Pelanggan dengan usia tersebut cenderung tidak bisa mengoperasikan teknologi terbaru. Sehingga produkmu nanti nya akan “salah sasaran”. 

Membahas lebih lanjut seputar target bisnis, sebelum mengetahui strateginya, ada baiknya untuk menyimak siapa kah targetmu (Generasi X, Y, atau Z) dan bagaimana perilaku belanjanya berikut ini! 

Generasi X (Kelahiran 1966 – 1976) 

Dalam urusan berbelanja, generasi ini dianggap sebagai generasi yang cerdas dan kritis. Terbukti dari perilaku mereka yang selalu mencari tahu tentang sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu. Dengan memanfaatkan internet, mereka akan mengulik informasi tentang review dari konsumen produk tersebut. Jika ternyata ada yang memberikan review negatif, maka mereka akan dengan mudah beralih ke produk lainnya. 

Jika bisnis yang kamu jalankan menargetkan pria atau wanita kelahiran 1965 – 1980, maka strategi yang bisa kamu lakukan harus terus terang. Dimana kamu harus mencantumkan kegunaan produk, harga, penawaran yang detail. Semakin detail informasi yang kamu berikan, maka membuka peluang besar bagi konsumen untuk menggunakan produkmu. 

Generasi Y (1981 – 1997) 

Generasi ini dikenal dengan nama lain yaitu Millenial. Berbeda dengan generasi sebelumnya, mereka lebih percaya dengan suatu produk melalui strategi word-of-mouth (mulut ke mulut). Dimana setelah mendengar kegunaan produk dari teman atau bahkan influencer, mereka akhirnya memutuskan untuk menggunakan produk yang sama. 

Bagi kamu yang menjual produk yang menargetkan generasi milenial, kamu bisa berkolaborasi dengan influencer. Semakin banyak followers yang dimiliki influencer tersebut, maka semakin cepat produkmu dikenal khalayak luas. Namun tidak semua influencer bisa kamu ajak untuk berkolaborasi. Pilihlah yang sesuai dengan produk yang kamu tawarkan, sebagai contoh jika produkmu adalah kosmetik, pilih influencer kecantikan. 

(Baca juga : Pengelolaan Stok yang Salah = Usia Bisnis Tidak Panjang)

Generasi Z (1998 – 2010) 

Banyak yang salah mempersepsikan jika Generasi Z juga termasuk dalam generasi milenial. Meskipun tampaknya sama, mereka memiliki kecenderungan yang berbeda terutama saat berbelanja. Konon, generasi ini paling aktif berinteraksi dengan brand favorit mereka secara online. Mereka akan mengikuti brand favoritnya di sosial media dan paling up to the date terhadap apapun yang baru di produknya. 

Untuk kamu yang ingin menyasarkan pasar ke generasi Z, kamu harus membuat sosial media untuk bisnismu. Konten yang aestetik akan membuat mereka semakin tertarik dan mencari tahu tentang produkmu. Jangan lupa juga untuk melakukan interaksi dengan membuat QnA (tanya jawab) di sosial media bersama followersmu.

Itulah informasi tentang perbedaan dari Generasi X, Y, dan Z dan perilaku mereka saat berbelanja. Jangan lupa untuk update informasi tentang dunia bisnis di blog POST.! 

  • Share

Artikel Terkait

online 24 jam Whatsapp Chat