Strategi Penetapan Harga, Tujuan, dan Faktor Pendukung

strategi penetapan harga

Apakah kamu pernah menemukan ada pelaku usaha yang menjual produk sejenis atau bahkan sangat mirip dengan yang kamu jual tapi memiliki harga yang berbeda? Apa ya kira-kira yang menyebabkan perbedaan harga tersebut? Hal tersebut yang disebut dengan Strategi Penetapan Harga.

Selain mungkin terdapat perbedaan kualitas ataupun hal lain yang terkait dengan produk, ada kemungkin jika pelaku usaha lain tersebut menetapkan strategi harga yang berbeda dengan kamu. Apa saja ya strategi yang bisa digunakan untuk menetapkan harga? Yuk simak penjelasannya di bawah ini:

  • Cost-Based Pricing

Pelaku usaha yang menggunakan strategi ini akan menyesuaikan harga dengan biaya-biaya yang mereka keluarkan untuk kegiatan operasional bisnis. Pelaku usaha akan mengestimasi biaya yang dikeluarkan sehari-hari, mulai dari biaya tetap (fixed cost) seperti biaya karyawan dan biaya variabel (variable cost) seperti biaya bahan baku. Setelah itu, pelaku usaha bisa menetapkan margin yang diinginkan untuk tiap produk terjual. Misalnya, Restoran A menginginkan margin Rp10.000 dari tiap porsi penjualan sehingga harga yang ditetapkan akan Rp10.000 lebih tinggi dari seluruh biaya yang dikeluarkan untuk membuat 1 porsi makanan.

  • Value-Based Pricing

Sebagai pelaku usaha, kamu harus sudah paham betul mengenai value apa yang bisa bisnis kamu berikan untuk konsumen. Dalam bisnis, istilahnya adalah unique value proposition. Value bisa saja berupa pelayanan yang diberikan, harga yang ditawarkan, hingga fasilitas yang disediakan untuk konsumen. Semakin tinggi value yang dapat diberikan oleh suatu bisnis maka besar kemungkinan harga yang ditetapkan semakin tinggi juga. Namun, hal tersebut tidak akan membuat konsumen beralih karena mereka akan mendapatkan benefit yang sepadan dengan apa yang ia keluarkan.

  • Competition-Based Pricing

Dalam menetapkan harga, pelaku usaha juga perlu mengawasi para kompetitornya. Kompetisi harga antar usaha dapat meningkat seiring dengan peningkatan hadirnya kompetitor, peningkatan usaha yang menjadi substitusi, dan peningkatan surplus kapasitas di suatu industri. Mengingat konsumen Indonesia termasuk konsumen yang terbilang sensitif terhadap harga, maka sangat penting bagi pelaku usaha untuk selalu memperhatikan harga dari beberapa pelaku usaha sejenis.

Nah, mana ya strategi penetapan harga yang paling baik diimplementasikan? Jawabannya adalah dengan mengombinasikan ketiga strategi tersebut secara bersamaan. Dengan menganalisis ketiga strategi tersebut, pelaku usaha akan mendapatkan harga terbaik untuk produknya dan yang sesuai dengan kapabilitas masing-masing.

Buat kamu para pelaku usaha, yuk beralih ke aplikasi kasir digital POST. untuk memudahkan kegiatan bisnis kamu! Ohiya, kamu juga dapat mengubah menu beserta harga secara praktis melalui aplikasi POST. lho, menarik bukan? Yuk pelajari secara lengkap disini.

  • Share

Artikel Terkait

online 24 jam Whatsapp Chat