Bisnis Ritel Selama Pandemi

Bisnis Ritel Selama Pandemi

Sebagai pebisnis ritel, kendala apa yang kamu alami dalam kelola bisnis ritel selama pandemi?  

Kendala terbesar yang sedang dialami oleh pebisnis ritel selama pandemi adalah berkurangnya pemasukan dibanding sebelum pandemi. Disampaikan oleh Handaka Santosa, Ketua Penasehat Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan (Hippindo), bahwa penjualan bisnis ritel hanya mencapai 10% dari jumlah keuntungan normal (dilansir dalam bisnis.com). 

(Baca juga : Penjelasan Lengkap Bisnis Retail, Fungsi, dan Jenisnya)

Demi mengantisipasi gulung tikar akibat pandemi berkepanjangan, ada berbagai langkah yang bisa dilakukan oleh pebisnis ritel. Seperti apa sajakah itu? Simak tips kelola bisnis ritel selama pandemi berikut ini! 

Cerdas dalam pengelolaan restock

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengelola inventori secara baik. Sebagai contoh, ketika barang kosong dan kamu tahu bahwa saat ini barang tersebut tidak terlalu banyak peminatnya. Maka usahakan untuk ditunda dulu untuk melakukan restock barang tersebut. Mengapa? Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya penumpukan barang berlebih di gudang. 

Selain itu, pandemi saat ini juga mengakibatkan terjadinya kenaikan permintaan barang tertentu, seperti hand sanitizer, masker, dan kebutuhan kesehatan lainnya. Namun, hindari melakukan panic buying dengan menyetok barang dalam jumlah banyak demi kebutuhan pelanggan dan keuntungan bisnis. Karena bisa saja permintaan ini tidak bertahan lama atau hanya sementara. 

(Baca juga : Stok Jualanmu Masih Menumpuk di Gudang? Ketahui Cara Mengatasinya!)

Membuka sistem pre-order 

Masih berkaitan dengan inventori yang baik, kamu bisa membuka sistem PO (Pre-Order) untuk barang-barang jualanmu. Ini dilakukan untuk menghindari penumpukan barang berlebih di gudang dan juga untuk mengetahui apa saja barang yang diminati pelanggan saat ini. 

Sistem pre-order dilakukan dengan cara kamu membuka penawaran kepada pelanggan untuk membeli produkmu. Namun sebelumnya, kamu sudah memberitahu bahwa barang ini pre-order dan memerlukan estimasi waktu yang lebih panjang hingga sampai ke tangan pelanggan. Setelah seluruh pesanan sudah dibayar pelanggan, kamu bisa melanjutkan proses penyetokan sesuai jumlah yang dipesan seluruh pelanggan tersebut. 

Adaptasi dengan dunia online

Selama pandemi, cara ini menjadi salah satu yang terbaik untuk menjalani bisnis selama pandemi. Mengapa? Karena selama pandemi, tidak semua orang berani untuk keluar rumah untuk membeli kebutuhan hidup. Sehingga mereka memanfaatkan channel online untuk alternatif belanja yang lebih praktis. 

Cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan menjual barang daganganmu melalui channel penjualan online, seperti e-commerce, delivery online, hingga sosial media bisnis. Dengan melebarkan bisnis hingga ke channel penjualan online, kamu memiliki peluang untuk mendapat pasar yang lebih luas.  

Baca juga : (Strategi Pebisnis Kuliner Hadapi Resesi

Mengadakan program promosi 

Selama masa pandemi, sebagian besar masyarakat memiliki pertimbangan untuk membeli kebutuhan hidup. Mereka akan mempertimbangkan dari segi harga, kegunaan, dan pemakaian kedepannya. Untuk menstimulasi pelanggan dalam melakukan pembelian, kamu bisa menerapkan program promosi untuk barang jualanmu. 

Dalam tahap ini, promosi yang ditawarkan bukan hanya dengan memberikan potongan harga atau harga spesial saja. Kamu bisa juga memberikan promo lainnya, seperti : bebas ongkos kirim (ongkir), bonus berupa beli dua gratis satu, hingga perpanjang durasi pengembalian barang. Dengan cara ini, pelanggan akan tertarik untuk membeli barang jualanmu. 

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengelola bisnis retail selama pandemi. Aplikasi kasir POST. terus mendukung para pebisnis dalam mengembangkan bisnisnya bahkan selama pandemi. Berbagai fitur yang POST. miliki diharapkan dapat memudahkan segala aktivitas bisnis para POSTPreneur. Jangan lupa download dan manfaatkan seluruh fitur-fitur terbaik kami

  • Share

Artikel Terkait

online 24 jam Whatsapp Chat